<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Internet Marketing, Bisnis Internet &#38; Gaya Hidup - Ari Darmapala dot Com &#187; LifeStyle</title>
	<atom:link href="http://www.aridarmapala.com/category/lifestyle/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.aridarmapala.com</link>
	<description>Lebih Dari Sekedar Internet Marketing</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 Sep 2010 08:47:37 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.0.1</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Pembelajar Seumur Hidup</title>
		<link>http://www.aridarmapala.com/2009/11/26/pembelajar-seumur-hidup/</link>
		<comments>http://www.aridarmapala.com/2009/11/26/pembelajar-seumur-hidup/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 26 Nov 2009 03:38:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Online]]></category>
		<category><![CDATA[LifeStyle]]></category>
		<category><![CDATA[afffiliate indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[belajar bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis internet]]></category>
		<category><![CDATA[seminar bisnis internet]]></category>
		<category><![CDATA[seminar internet marketing]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aridarmapala.com/?p=83</guid>
		<description><![CDATA[Pada tanggal 6-8 November yang lalu saya berkesempatan untuk datang pada seminar internet yang diselenggarakan oleh Pak Tung Desem dengan TDW University sebagai penyelenggara.  Seminar ini diadakan di Jakarta. Memang sudah agak lama, baru sempat nulis sekarang. Bagi yang belum tahu TDW university adalah portal yang menyediakan pelatihan untuk pengembangan diri secara online. Selengkapnya silahkan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-96" title="Learning_for_a_cause_logo" src="http://www.aridarmapala.com/wp-content/uploads/2009/11/Learning_for_a_cause_logo-150x150.jpg" alt="Learning_for_a_cause_logo" width="150" height="150" />Pada tanggal 6-8 November yang lalu saya berkesempatan untuk datang pada seminar internet yang diselenggarakan oleh Pak Tung Desem dengan <a href="http://tdw.aridarmapala.com" target="_blank">TDW University</a> sebagai penyelenggara.  Seminar ini diadakan di Jakarta. Memang sudah agak lama, baru sempat nulis sekarang.</p>
<p>Bagi yang belum tahu TDW university adalah portal yang menyediakan pelatihan untuk pengembangan diri secara online. Selengkapnya silahkan main-main ke TDW University.</p>
<p>Saya memang senang datang ke seminar-seminar semacam ini. Tidak usah yang pembicaranya kelas dunia, yang lokal juga kadang-kadang saya datang. Ilmu dari mana saja kan datangnya dan tidak ada ilmu yang tidak bermanfaat.</p>
<p>Apalagi seminar yang pembicaranya orang-orang hebat. Yang mengundang pun juga orang hebat dan dahsyat tentunya. Pak Tung adalah murid terbaik dari <a title="The Best " href="http://www.tonyrobbins.com" target="_blank">Anthony Robbins</a> – motivator nomor satu dunia.</p>
<p>Seminar ini namanya Global Internet Seminar, yang merupakan seminar 3 hari. Pembicara yang didatangkan biasanya kelas dunia.  Ada beberapa yang akan saya perkenalkan, terutama buat Anda yang baru di dunia pemasaran internet.</p>
<p><span id="more-83"></span>1. <a title="Super Affiliate" href="http://ewenchia.com" target="_blank">Ewen Chia</a>.  Pria asal singapura ini merupakan salah satu affiliate marketer terbaik dan berhasil menghasilkan $1,500,000 dalam waktu 36 jam dalam pemasaran afiliasi</p>
<div id="attachment_84" class="wp-caption aligncenter" style="width: 300px">
	<img class="size-medium wp-image-84" title="Bersama Ewen Chia" src="http://www.aridarmapala.com/wp-content/uploads/2009/11/GIS1-300x225.jpg" alt="Siapa tahu ketularan jadi the super affiliate" width="300" height="225" />
	<p class="wp-caption-text">Siapa tahu ketularan jadi the super affiliate</p>
</div>
<p><strong>2.  <a title="Ebay Powerseller" href="http://www.adamginsberg.com/AG/" target="_blank">Adam Ginsberg</a> </strong></p>
<p>Pria jangkung asal Amerika ini dikenal sebagai Titanium Powerseller dari eBay karena penjualannya yang mencapai $20,000,000 di ebay dengan penjualan per bulan mencapai $1,000,000. Titanium Powerseller adalah jabatan eBay yang tertinggi di dunia. Sudah sering muncul di majalah Fortune, Entrepreuner dan Kiplinger.<strong> </strong></p>
<p><strong>3. </strong><strong>Shaun Stenning </strong><strong> </strong></p>
<p>Waktu seminar sih dia bilang spesialisasinya adalah kecepatan dan inovasi. Mampu untuk  mencari cara menghasilkan uang dari internet dengan cepat dan dengan cara-cara yang tidak biasa.</p>
<p>Sekarang menjabat sebagai General Manager dan co-owner dari Sure Fire Marketing di Australia, salah satu bisnis internet marketing dengan pertumbuhan tercepat, yang dalam 3 bulan pertamanya, mengalami pertumbuhan bulanan 400% dalam jumlah staff.</p>
<div id="attachment_85" class="wp-caption aligncenter" style="width: 225px">
	<img class="size-medium wp-image-85" title="Gantengan yang mana ya?" src="http://www.aridarmapala.com/wp-content/uploads/2009/11/GIS2-225x300.jpg" alt="Bersama Internet marketer yang ramah" width="225" height="300" />
	<p class="wp-caption-text">Bersama Internet marketer yang ramah</p>
</div>
<p>Belakangan ini,  mempunyai impian untuk membantu banyak orang untuk belajar bagaimana mereka bisa mendapatkan kesempatan yang ada di dunia online, agar mereka bisa mendapatkan gaya hidup yang mereka inginkan dengan lebih cepat.</p>
<p>Salah satu produk yang dibuatnya adalah <a title="Twitter Cash Machine" href="http://twittercashmachine.net/" target="_blank">twitter cash machine</a></p>
<p><strong>4. <a title="SEO Spesialis" href="http://www.fabianlim.name/" target="_blank">Fabian Lim</a></strong></p>
<p>Berasal dari Singapura dengan  spesialisasi pemasaran dengan menggunakan search engine. Klien pemasaran onlinenya  banyak yang merupakan perusahaan multi-national dan organisasi publik di antaranya Singapore Tourism Board, Citibank, Club Med Asie, Singapore Polytechnic, SISTIC, Green Dot Internet Services, IE Singapore, GP Batteries, Asia Pacific Management Institute dan banyak lagi.</p>
<p>Sebagai tambahan, Fabian adalah trainer seo pertama dan satu-satunya yang di authorised oleh Search Engine Workshops untuk mengadakan Search Engine Certification training di Singapore, Malaysia dan Indonesia.</p>
<p>Sebenarnya masih banyak pembicara yang hadir namun saya hanya tulis tentang empat orang ini karena mereka yang menarik perhatian saya. Tujuan saya datang seminar  tentu saja untuk bisa mengambil pelajaran dari pengalaman mereka.  Dibanding mereka ya saya bagaikan bayi yang baru belajar merangkak.</p>
<p>Masing-masing menjalankan cara yang berbeda namun dengan potensi yang sangat luar biasa. Yang paling penting, semua bisa dijalankan oleh orang Indonesia.</p>
<p>Misalnya Ewen Chia,  menggunakan clickbank sebagai sarana untuk menghasilkan uang dengan cara menjual produk orang lain. Sekarang juga menjual produknya sendiri. Clickbank adalah website yang menyediakan produk-produk digital semacam ebook. Kita bisa mendaftar sebagai affiliate dan akan mendapatkan komisi setiap penjualan.</p>
<p>Dulu clickbank tidak menerima orang Indonesia sebagai affiliate. Hal ini mungkin dikarenakan reputasi Indonesia yang terkenal dengan FRAUD dan pembajakan kartu kredit.  Ebay pun demikian.</p>
<p>Namun sekarang mereka semua membuka kerjasama dengan pemasar-pemasar dari Indonesia. Perusahaan-perusahaan besar tersebut menyadari perkembangan internet yang luar biasa  dan <a title="Potensi bisnis internet indonesia" href="http://www.aridarmapala.com/2008/12/12/potensi-bisnis-internet-indonesia/" target="_blank">potensi pasar Indonesia</a>.</p>
<p>Hal ini membuat mulai bermunculan produk tentang cari uang melalui Clickbank dijual oleh marketer Indonesia. Ada beberapa yang cukup bagus bahkan dibanding dengan produk sejenis yang dibuat oleh marketer luar.</p>
<p>Dulu waktu <a title="pasar produk digital" href="http://www.clickbank.com" target="_blank">Clickbank </a>belum menerima Affiliate dari Indonesia pun, ada  beberapa marketer top Indonesia yang bisa mengakali dan menghasilkan uang dari Clickbank. Salah satunya dengan membuat alamat di luar negeri. Sekarang tidak perlu repot-repot lagi, tinggal daftar aja. Langsung bisa mulai.</p>
<p>Mengenai metode mendatangkan trafik atau pengunjung, hampir semuanya membicarakan web 2.0 sebagai sarana untuk mendatangkan trafik. Web 2.0 ini adalah semacam social media seperti facebook dan twitter. Memang 2 ini yang umum digunakan oleh internet marketer untuk memasarkan produk.</p>
<p>Selain hal di atas, kesamaan yang lain dari seminar tersebut adalah bahwa mereka semua menawarkan software atau training yang harganya cukup lumayan buat orang Indonesia. Apalagi buat orang Indonesia yang kondisi kantongnya <em>lagi</em> pas-pasan. Paling murah sekitar 6 juta rupiah yaitu workshop SEO yang diadakan oleh Fabian Lim.  Memang untuk mendapatkan mentor dan teman selalu ada harga yang harus dibayar. Apalagi kalau mentor atau teman kita ini bisa membuat kita ikut-ikutan dapat uang dari internet.</p>
<p>Silakan bandingkan dengan pelatihan atau bimbingan online yang dibuat oleh pemasar internet Indonesia. Walaupun lebih murah, terkadang tidak kalah.</p>
<p>Nah dari pada langsung keluar uang banyak, mungkin bisa mulai dengan mencari patner lokal yang ilmunya terkadang tidak kalah dengan mereka yang dari internasional. Yang jelas kalau praktisi pasti lebih tahu lah dibanding dengan orang yang baru kenal internet atau baru mau bisnis online. Namun hati-hati, karena banyak juga SCAM atau penipuan terjadi, tidak terkecuali di Indonesia.</p>
<p>Yang terpenting yang saya dapat adalah bahwa kita harus terus belajar. Terlebih bahwa teknologi di internet selalu berkembang. Kalau kita tidak berubah dan mengupdate pengetahuan kita, maka kita akan ketinggalan.</p>
<p>Mulai coba-coba jadi affiliate Indonesia sambil belajar untuk bisa memasarkan produk luar. Pilih produk dengan harga terjangkau dan sepertinya bisa dipercaya. Pelajari dulu metodenya.  Mulai dari yang mudah dan yang penting adalah TINDAKAN.</p>
<p>Belajar terus tanpa TINDAKAN adalah sia-sia sedangkan TINDAKAN tanpa belajar boleh jadi membuang-buang waktu, uang dan tenaga.</p>
<p>Kalau saya ya, mengikuti seminar semacam ini lah bukti tindakan dan komitmen saya sebagai pemasar internet.   So … Keep It Simple and start ACTION!</p>
<img src="http://www.aridarmapala.com/?ak_action=api_record_view&id=83&type=feed" alt="" /><p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://www.aridarmapala.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aridarmapala.com/2009/11/26/pembelajar-seumur-hidup/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>27</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kartu Kredit, Dibenci dan Dicinta</title>
		<link>http://www.aridarmapala.com/2009/04/02/kartu-kredit-dibenci-dan-dicinta-2/</link>
		<comments>http://www.aridarmapala.com/2009/04/02/kartu-kredit-dibenci-dan-dicinta-2/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 02 Apr 2009 05:20:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ari</dc:creator>
				<category><![CDATA[LifeStyle]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aridarmapala.com/2009/04/02/kartu-kredit-dibenci-dan-dicinta-2/</guid>
		<description><![CDATA[Ausubel dalam artikelnya The Failure of Competition in the Credit Card Market (1991) mengelompokkan pengguna kartu kredit dalam tiga kelompok besar yaitu hampir tidak berisiko, berisiko kecil, dan berisiko besar. Berbeda dengan Ausubel, berdasarkan observasi saya, ada enam persepsi berbeda di masyarakat kita terhadap kartu kredit. Karena kekurangpahaman mengenai produk perbankan ini dan minimnya self [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Ausubel dalam artikelnya The Failure of Competition in the Credit Card Market (1991) mengelompokkan pengguna kartu kredit dalam tiga kelompok besar yaitu hampir tidak berisiko, berisiko kecil, dan berisiko besar. Berbeda dengan Ausubel, berdasarkan observasi saya, ada enam persepsi berbeda di masyarakat kita terhadap kartu kredit.</p>
<p>Karena kekurangpahaman mengenai produk perbankan ini dan minimnya self control, tidak jarang persepsi salah yang justru berkembang.<br />
Berikut pengelompokan persepsi terhadap kartu kredit versi saya.</p>
<p>Kelompok pertama adalah mereka yang melihat kartu kredit lebih besar mudaratnya daripada manfaatnya. Di mata kelompok ini, tidak ada keuntungan nyata memiliki kartu kredit, sementara biaya tahunan tetap harus dibayarkan. Besar biaya yang hanya beberapa ratus ribu rupiah itu dipandang tidak sesuai dengan manfaat yang diberikan.</p>
<p>Kita dapat memaklumi sepenuhnya jika yang berpendapat seperti ini adalah mereka yang berpenghasilan bulanan sekitar Rp2 jutaan atau kurang. Sayangnya, ada juga kawan saya yang bergaji belasan juta rupiah berpikiran seperti ini.</p>
<p>Bank tidak menyukai kelompok ini terutama yang mempunyai penghasilan cukup besar, tetapi masih belum dapat diyakinkan akan perlunya kartu kredit dalam kehidupannya.</p>
<p>Kelompok kedua adalah mereka yang memahami adanya manfaat dari kartu kredit dan pernah memiliki kartu kredit. Namun, karena kurang dapat mengendalikan diri (self control) saat memegangnya, mereka punya pengalaman buruk berhubungan dengan kartunya.</p>
<p><span id="more-41"></span>Mereka pernah terlilit utang kartu kredit yang menjerumuskan karena tidak mampu menahan nafsu belanjanya. Karenanya, sama seperti kelompok pertama, persepsi mereka terhadap kartu kredit juga<br />
negatif. Bahwa kartu kredit itu bagaikan ranjau yang sangat menjebak atau bahkan racun yang cukup mematikan.</p>
<p>Persepsi seperti ini memang sangat disayangkan tetapi terhadap orang yang tidak mempunyai self control, kita tidak mempunyai alternatif terbaik selain menganjurkannya untuk berhenti menggunakan kartu kredit. Ini lebih baik daripada kehidupannya diuber-uber tagihan kartu kreditnya. Bank tidak menyukai kedua kelompok pertama ini.</p>
<p>Kelompok ketiga adalah yang menilai kartu kredit itu sangat bermanfaat karena mempermudah manajemen kas dan belanja barang yang dibutuhkan. Kartu kredit sangat diperlukan saat kita menginap di hotel berbintang, menjamu rekan bisnis bersantap di restoran berkelas, menunggu saat keberangkatan di bandar udara, atau saat kita berada di luar negeri.</p>
<p>Kelompok ini akan menggunakan kartu kredit untuk menikmati semua kemudahan di atas. Saat tagihan jatuh tempo sekitar 2 &#8211; 6 minggu kemudian, mereka akan melunasi seluruh tagihannya. Inilah kelompok<br />
convenience users.</p>
<p>Walaupun berisiko sangat rendah, kelompok ini bukan yang paling disukai bank. Dari convenience users ini, bank hanya akan memperoleh iuran tahunan yang tidak seberapa nilainya, selain merchant&#8217;s fee<br />
tentunya. Inilah persepsi yang benar dan dilakukan mereka yang bijak dalam finansial.</p>
<p><strong>Yang disukai bank</strong></p>
<p>Kelompok keempat adalah yang memandang kartu kredit sebagai peningkatan batas belanja bulanan. Mereka tidak segan untuk membeli tidak saja barang yang dibutuhkan tetapi juga barang yang<br />
diinginkan.</p>
<p>Saat tagihan datang, kelompok ini sebenarnya mempunyai kemampuan untuk melunasinya karena mempunyai akumulasi dana dan kekayaan yang cukup, tetapi mereka tidak melakukannya. Mereka lebih suka mengangsur tagihan minimum yang hanya sebesar 10% itu karena terasa sangat meringankan.</p>
<p>Inilah kelompok berisiko rendah menurut Ausubel dan yang paling disukai bank. Kelompok inilah yang diincar dan diperebutkan bank penerbit kartu kredit. Bank tidak ragu untuk memberikan iuran keanggotaan gratis untuk satu atau dua tahun pertama dan memberikan limit kredit hingga puluhan juta rupiah untuk kelompok ini.</p>
<p>Kelompok kelima adalah mereka yang cenderung high profile. Tidak hanya sebagai peningkatan kapasitas belanja, kartu kredit juga dipandang sebagai tambahan kas atau uang tunai di dompetnya. Jika diperlukan, kadang hanya untuk pamer diri, kelompok ini tidak ragu menggunakan kartu kreditnya untuk menarik ATM tunai. Ketika tagihan datang, kelompok ini hanya mampu untuk melunasi angsuran minimum.</p>
<p>Walaupun mempunyai persepsi yang salah, kelompok ini tetap sanggup membayar angsuran minimum setiap bulannya. Selama kewajiban minimum ini dapat dipenuhinya, kelompok ini berisiko sedang dan juga disukai bank penerbit. Bank mulai khawatir terhadap kreditnya kepada kelompok ini saat mereka lupa atau mulai kesulitan melunasi angsuran minimum yang hanya 10% dari saldo utangnya.</p>
<p>Kelompok keenam adalah mereka yang lebih besar pasak daripada tiang. Sama seperti persepsi sebelumnya, kelompok ini juga suka mengambil ATM tunai. Bedanya, kelompok ini mempunyai begitu banyak keinginan dan kurang menyadari kemampuan finansialnya. Kelompok ini umumnya juga tidak mampu membatasi diri saat berbelanja. Akibatnya, tagihan bulanannya terus meningkat.</p>
<p>Inilah kelompok pengguna kartu kredit yang berisiko tinggi yang paling tidak disukai dan sangat dihindari bank. Bukannya mendatangkan keuntungan, bank justru menderita kerugian menghadapi kelompok ini.</p>
<p>Memahami enam persepsi di atas, di kelompok mana Anda berada?</p>
<p>Harapan saya, Anda masuk kelompok ketiga.</p>
<blockquote><p><em>Sumber: Kartu Kredit, Dibenci dan Dicinta oleh Budi Frensidy, Staf pengajar FEUI dan penulis buku</em></p></blockquote>
<img src="http://www.aridarmapala.com/?ak_action=api_record_view&id=41&type=feed" alt="" /><p><a class="a2a_dd addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save"><img src="http://www.aridarmapala.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share/Bookmark"/></a> </p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aridarmapala.com/2009/04/02/kartu-kredit-dibenci-dan-dicinta-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
