<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Internet Marketing, Bisnis Internet &#38; Gaya Hidup - Ari Darmapala dot Com</title>
	<atom:link href="http://www.aridarmapala.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.aridarmapala.com</link>
	<description>Lebih Dari Sekedar Internet Marketing</description>
	<lastBuildDate>Tue, 01 May 2012 08:46:15 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
<xhtml:meta xmlns:xhtml="http://www.w3.org/1999/xhtml" name="robots" content="noindex" />
		<item>
		<title>Go Blog Theme &#8211; Theme Premium Buatan Lokal Kualitas Internasional</title>
		<link>http://www.aridarmapala.com/2012/05/01/go-blog-theme-theme-premium-buatan-lokal-kualitas-internasional/</link>
		<comments>http://www.aridarmapala.com/2012/05/01/go-blog-theme-theme-premium-buatan-lokal-kualitas-internasional/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 01 May 2012 08:41:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[go blog theme]]></category>
		<category><![CDATA[theme premium]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress theme]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aridarmapala.com/?p=378</guid>
		<description><![CDATA[Bila kita bicara soal blog, umumnya orang terpikir tentang wordpress. Dan kalau sudah ngomongin wordpres, pasti tidak akan terlepas dari yang namanya themes atau plugins. Tidak jarang waktu kita malah habis untuk mencari-cari themes yang cocok. Saya sendiri sering sibuk mencari theme karena memang saya suka theme yang simple tapi powerful. Powerful ini artinya bisa [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a class="post_image_link" href="http://www.aridarmapala.com/2012/05/01/go-blog-theme-theme-premium-buatan-lokal-kualitas-internasional/" title="Permanent link to Go Blog Theme &#8211; Theme Premium Buatan Lokal Kualitas Internasional"><img class="post_image alignleft remove_bottom_margin frame" src="http://www.aridarmapala.com/wp-content/uploads/2012/05/goblogtheme.jpg" width="290" height="105" alt="Post image for Go Blog Theme &#8211; Theme Premium Buatan Lokal Kualitas Internasional" /></a>
</p><p>Bila kita bicara soal blog, umumnya orang terpikir tentang <a title="Wordpress Platform" href="http://wordpress.org/" target="_blank">wordpress</a>. Dan kalau sudah ngomongin wordpres, pasti tidak akan terlepas dari yang namanya themes atau plugins. Tidak jarang waktu kita malah habis untuk mencari-cari themes yang cocok. Saya sendiri sering sibuk mencari theme karena memang saya suka theme yang simple tapi powerful. Powerful ini artinya bisa dimodifikasi (customized) dengan mudah. Kombinasi seperti ini yang memang agak sulit untuk didapat. Biasanya kedua hal ini bisa didapat dari theme premium.</p>
<p>Theme premium merupakan theme wordpress berbayar yang dikembangkan oleh developer. Biasanya sih harganya mahal. Biasa lah, kita pasti maunya bagus tapi murah atau bahkan gratis <img src='http://www.aridarmapala.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .  Theme gratis memang cukup banyak juga tersedia tetapi saya kurang begitu suka. Saya senang sekali dengan themes semacam <a title="Thesis Premium Theme" href="http://diythemes.com/" target="_blank">Thesis</a> atau <a title="Elegant Premium Theme" href="http://www.elegantthemes.com/" target="_blank">Elegant Premium Theme</a>. Harganya? Thesis <em>dibandrol</em> dengan harga $164* untuk versi developer. Elegent Theme agak lebih heboh lagi harganya $89 per tahun*. (*Harga saat artikel ini ditulis)</p>
<p><span id="more-378"></span>Namun kita sekarang bisa bernafas lega sekaligus berbangga, seorang anak bangsa akhirnya memutuskan untuk bertindak untuk lebih memudahkanAnda yang mau serius membuat dan mengembangkan blog anda. Themes premium yang dikembangkan oleh Mas Handoko ini memenuhi kedua hal tersebut di atas dan bisa kita miliki dengan harga sangat terjangkau. Theme ini dibandrol <span style="text-decoration: underline;">dengan harga hanya $17 (sekitar Rp.150.000,-)  untuk versi developer </span>(hingga saat artikel ini ditulis). Ini artinya bisa kita pakai untuk berapapun blog yang kita miliki. Bahkan kita bisa jual beli website (website flipping). Coba bandingkan dengan harga dari theme premium lain.</p>
<p>Theme ini walaupun harganya jauh lebih murah dari theme premium lain, <a title="Go Blog Theme Premium" href="http://bit.ly/JDPSrk" target="_blank">theme Go Blog</a> ini memiliki fitur panel yang lengkap mulai dari kustomisasi gambar, margin, page, struktur SEO, warna dan lainnya. Fitur-fitur ini juga dilengkapi dengan penjelasan per kolom dengan bahasa Indonesia, sehingga memudahkan bagi yang awam dengan kode-kode sekalipun.</p>
<p>Anda bisa bebas berkreasi dengan warna dan layout theme dan mencoba kostumisasi layout tanpa harus membuka file themenya, tombol reset juga tersedia jika ingin kembali ke layout default. Fleksibel untuk dijadikan layout magazine atau blog. Alih-alih bingung memilih theme mau Anda pakai, sekarang Anda bisa lebih memusatkan perhatian untuk membangun konten berkualitas. Fokus bagaimana meningkatkan traffik pengunjung.</p>
<p>Developer dari Go Blog Themes juga menyediakan video tutorial yang pastinya akan sangat membantu Anda. Jadi tidak peduli dengan cara apa Anda ingin menghasilkan uang dari blog, Anda tidak akan lagi dipusingkan dengan begitu beragamnya pilihan WordPress theme. Saya, seperti juga banyak ahli wordpress dan blogger profesional lain, merekomendasikan GoBlog Premium WordPress Theme. Sebuah theme buatan lokal dengan standar dan kualitas internasional.</p>
<p>Anda bisa lihat <a title="Go Blog Theme Premium" href="http://bit.ly/JDPSrk" target="_blank">demo <strong>Go Blog Themes</strong></a></p>
<img src="http://www.aridarmapala.com/?ak_action=api_record_view&id=378&type=feed" alt="" /><p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.aridarmapala.com%2F2012%2F05%2F01%2Fgo-blog-theme-theme-premium-buatan-lokal-kualitas-internasional%2F&amp;title=Go%20Blog%20Theme%20%E2%80%93%20Theme%20Premium%20Buatan%20Lokal%20Kualitas%20Internasional" id="wpa2a_2"><img src="http://www.aridarmapala.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aridarmapala.com/2012/05/01/go-blog-theme-theme-premium-buatan-lokal-kualitas-internasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Esensi Perkawinan dalam Islam Adalah Monogami</title>
		<link>http://www.aridarmapala.com/2011/10/05/esensi-perkawinan-dalam-islam-adalah-monogami/</link>
		<comments>http://www.aridarmapala.com/2011/10/05/esensi-perkawinan-dalam-islam-adalah-monogami/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 05 Oct 2011 07:58:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Siraman Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[mogami]]></category>
		<category><![CDATA[musdah mulia]]></category>
		<category><![CDATA[perkawinan]]></category>
		<category><![CDATA[poligami]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aridarmapala.com/?p=361</guid>
		<description><![CDATA[Tulisan ini bukanlah tulisan saya. Saya kutip dari dari satu situs ketika iseng-iseng browsing. Memang belakangan ini lagi agak kurang produktif nulis, lebih sering browsing dan riset sendiri   Yah mudah-mudahan sang empunya situs tidak keberatan tulisan ini saya cuplik. Aslinya dimuat di http://dibuangsayangamat.blogspot.com/2009/10/profesor-dr-siti-musdah-mulia-ma-apu.html Memang sesuai nama blognya, sepertinya memang sayang tulisannya kalau dibuang. Kalau [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="alignleft size-full wp-image-362" title="poligami-ilustrasi" src="http://www.aridarmapala.com/wp-content/uploads/2011/10/poligami-ilustrasi.jpg" alt="" width="150" height="150" />Tulisan ini bukanlah tulisan saya. Saya kutip dari dari satu situs ketika iseng-iseng browsing. Memang belakangan ini lagi agak kurang produktif nulis, lebih sering browsing dan riset sendiri <img src='http://www.aridarmapala.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':-)' class='wp-smiley' />   Yah mudah-mudahan sang empunya situs tidak keberatan tulisan ini saya cuplik. Aslinya dimuat di <span style="color: #0000ff;">http://dibuangsayangamat.blogspot.com/2009/10/profesor-dr-siti-musdah-mulia-ma-apu.html</span></p>
<p>Memang sesuai nama blognya, sepertinya memang sayang tulisannya kalau dibuang. Kalau ada yang keberatan, silahkan langsung hubungi saya. Ini dia tulisannya. Semoga bermanfaat.</p>
<h3>Profesor Dr. Siti Musdah Mulia, M.A., A.P.U.: “Esensi Perkawinan dalam Islam Adalah Monogami”</h3>
<div id="post-body-2719945525093463668">
<p>Polemik tentang poligami kembali mencuat di tengah masyarakat kita pada bulan lalu. Baik yang pro maupun yang kontra saling mengemukakan pendapatnya masing-masing lewat berbagai media massa, termasuk perdebatan di dunia maya. Dari sekian banyak yang melontarkan pendapat, sosok Siti Musdah Mulia paling banyak mendapat perhatian. Pasalnya, ia merupakan salah seorang perempuan yang tegas-tegas menyatakan hukum poligami adalah haram karena ekses-eksesnya, haram li ghairi.</p>
<p>Argumentasinya meyakinkan, dengan penafsiran atas Alquran dan Hadis yang mencoba “menerobos” penafsiran dominan yang hidup di tengah masyarakat—penafsiran yang oleh beberapa kalangan dianggap bias gender karena umumnya dilakukan oleh ulama berjenis kelamin laki-laki. “Sampai-sampai, sebagian besar umat Islam di Indonesia kalau membayangkan ulama pasti membayangkan sosok laki-laki. Pernah, pada tahun 1993, suatu kementerian negara mengajukan formulir isian ke pemerintah-pemerintah provinsi di seluruh Indonesia, untuk mendata ulama-ulama dan tokoh spiritual agama lain yang ada di daerah-daerah. Hasilnya, seluruh ulama dari Islam berjenis kelamin laki-laki, tidak ada yang perempuan. Setidaknya ini menunjukkan apa yang terjadi di tengah masyarakat kita,” kata guru besar di Universitas Islam Negeri Syarif Hidayatullah, Jakarta, yang juga salah seorang anggota Majelis Ulama Indonesia ini.</p>
<p><span id="more-361"></span>Perempuan kelahiran Bone, Sulawesi Selatan, pada 3 Maret 1958 ini memang dikenal sebagai sosok yang sangat peduli dengan kesetaraan gender. Selain sebagai staf ahli Menteri Agama dan menjadi dosen pascasarjana di almamaternya, Musdah juga menjabat Direktur Institute for Religious and Gender Studies dan berbagai jabatan lain di sejumlah lembaga swadaya masyarakat, antara lain di Lembaga Pendidikan Al Wathaniyah, Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP), dan International Scientific Moslem Women’s Council. Di sela-sela kesibukannya, Purwadi Djunaedi dari eve mewawancarainya di kantor ICRP, di bilangan Cempaka Putih, Jakarta Pusat. Berikut petikannya.</p>
<p><strong>Bagaimana penjelasan lebih jauh mengenai hukum haram li ghairi pada poligami itu?</strong></p>
<p>Dalam mazhab Hanafi kan dikenal istilah haram li zati dan haram li ghairi. Haram li zati itu adalah haram karena memang zat atau perilakunya sudah haram, misalnya minuman keras. Sementara itu, haram li ghairi adalah haram karena ekses-ekses yang ditimbulkan sudah sangat krusial di masyarakat. Kalau ekses-ekses yang krusial itu sudah dapat dihilangkan, ya, kembali ke hukum asalnya: boleh.</p>
<p>Saya melihat praktik poligami di masyarakat kita, dengan sejumlah data yang saya miliki, sudah menimbulkan hal yang sangat krusial, sudah menjadi problem sosial yang amat-amat besar. Angka kasus kekerasan dalam rumah tangga tinggi dan banyak kasus penelantaran anak.</p>
<p><strong>Bukankah kasus-kasus semacam itu juga ada dalam kehidupan perkawinan monogami?</strong></p>
<p>Monogami memang punya ekses yang sama. Tapi, begitu poligami, eksesnya lebih besar lagi. Dalam Islam, kalau kita membcarakan poligami, kita tidak bisa membicarakan poligami sendirian. Kita harus membicarakannya dalam bingkai perkawinan yang luas. Sebenarnya hukum perkawinan dalam Islam itu apa, sih? Tergantung pada kondisinya, kan? Perkawinan bisa menjadi haram juga, kan? Tapi, asal hukumnya adalah boleh. Jadi, artinya, perkawinan itu adalah sebuah pilihan, bukan kewajiban. Anda mau kawin atau tidak, silakan. Poligami harus berisi pesan-pesan keagamaan yang dituangkan dalam ayat-ayat Alquran tentan perkawinan. Penelitian saya mengungkapkan ada 106 ayat Alquran yang membicarakan soal perkawinan. Dalam Islam, perkawinan harus mengandung lima unsur pokok. Yang pertama, ada perjanjian atau komitmen yang sangat serius dari kedua belah pihak. Yang kedua, harus ada mawahdah wa rahmah, cinta yang amat dalam, yang susah diungkapkan dengan kata-kata, cinta tak bertepi. Karena itu, kita harus menerima pasangan kita apa adanya. Yang ketiga, harus ada sopan-santun, tenggang rasa, dan tidak boleh menyakiti pasangan kita. Tapi, coba lihat di masyarakat kita. Istri selalu diminta untuk tidak macam-macam, harus selalu memaafkan suami, agar bisa masuk surga. Sebaliknya, tak pernah diajarkan bahwa suami juga harus bersikap demikian kepada istrinya.</p>
<p>Yang keempat, harus ada kesetaraan, sama-sama menjadi subyek hukum. Tapi, di masyarakat kita, bahkan dalam Undang-Undang Perkawinan pun, perempuan masih menjadi obyek, bukan subyek. Contohnya, perempuan hanya bisa menggugat cerai. Tapi, kalau laki-laki langsung bisa menceraikan istrinya. Padahal, kalau perempuan menggugat, dia harus menghadapi selapis problem lagi. Itu artinya, perempuan yang sudah merasa tak nyaman harus menghadapi kondisi yang tak nyaman lagi. Kalau laki-laki, bisa setiap saat menceraikan istrinya.</p>
<p>Yang kelima, dari sejumlah ayat yang saya baca, esensi perkawinan dalam Islam adalah monogami. Tapi, orang begitu bicara poligami selalu mengatakan bahwa poligami ada ayatnya dalam Alquran, Surah Annisa ayat 3. Saya juga tahu ayat itu. Tapi, bagaimana kita membaca ayat itu?</p>
<p><strong>Bagaimana Anda membacanya?</strong></p>
<p>Baca dulu ayat 1-nya. Dalam Surah Annisa ayat 1, kita diminta oleh Tuhan untuk memperhatikan bahwa laki-laki dan perempuan itu diciptakan sama. Tidak ada perbedaan. “Kamu itu berasal dari satu spesies, karena itu kamu setara.” Lalu, pada ayat yang kedua, Allah mulai warning soal anak yatim. Karena, Islam datang untuk membebaskan masyarakat dari belenggu ketidakadilan, terutama ketidakadilan terhadap anak-anak yatim. Dan, ini terjadi pada semua masyarakat. Kelompok yang sangat rentan di masyarakat adalah kelompok yatim itu. Ayat ini sendiri turun setelah Perang Uhud, ketika banyak anak yatim yang telantar. Anak yatim itu tak semuanya miskin, sebagian dari mereka kaya. Nah, dari para wali yang dititipi anak-anak yatim itu ada yang culas, ingin mengawini anak-anak yatim yang kaya itu dengan niat menguasai harta mereka, agar harta itu tidak berpindah ke tangan orang lain.</p>
<p>Sebagian dari para wali itu memang tidak mengawininya, tapi menghalangi anak-anak yatim itu untuk menikah. Keculasan inilah yang ingin “ditembak” oleh ayat ini. Sampai-sampai, ayat yang ketiga berbunyi begini (Musdah membacakan Alquran dalam bahasa aslinya), “Supaya kamu tidak berlaku aniaya kepada anak-anak yatim, jangan kamu kawini anak-anak yatim itu, tetapi pilihlah yang lain, dua, tiga, atau empat.” Jadi, suasana dari ayat inilah yang kita baca. Ini kan ada konteks sosiokultural, sosiohistoris, yang harus kita baca: “Supaya kamu tidak menganiaya yatim itu, kamu bolehlah kawin dua, tiga, atau empat.” Dan, kemudian ujungnya berbunyi (Musdah kembali membaca ayat Alquran), “tapi kalau kamu tidak bisa berlaku adil, ya, satu saja.” Itu kan artinya, “dengan orang lain pun, yang bukan anak yatim, kamu tidak boleh berlaku macam-macam. Kalau tidak bisa berlaku adil, satu saja.” Jadi, ayat-ayat itu bukan tentang poligami, tapi tentang proteksi anak yatim. Tapi, yang ditangkap soal bolehnya poligami itu saja dan melupakan anak yatim. Itulah yang terjadi dalam masyarakat kita. Di mana-mana poligami terjadi, sementara anak yatim terlantar, tidak ada yang mengurus. Apakah itu esensi agama yang diturunkan kepada kita semua?</p>
<p>Dja’far al-Shadiq, ulama besar pada periode awal Islam, menjelaskan bahwa dalam perkawinan Islam hanya ada dua pilihan bagi suami: hidup bersama istri dengan penuh kedamaian atau berpisah dengan cara yang santun, sebagaimana dilansir ayat lain dalam surah yang sama. Jadi, tak ada pilihan ketiga!</p>
<p><strong>Tapi, Nabi Muhammad kan melakukan poligami?</strong></p>
<p>Data-data historis secara jelas menginformasikan bahwa ribuan tahun sebelum Islam turun di Jazirah Arab, masyarakat di berbagai belahan dunia telah mengenal dan bahkan secara luas mempraktikkan poligami, sehingga ketika itu sulit sekali menemukan bentuk perkawinan monogami, termasuk pada masyarakat Arab yang tekenal jahiliyah. Poligami yang berlangsung saat itu tidak mengenal batas, baik dalam jumlah istri maupun syarat moralitas keadilan. Lalu, Islam datang melakukan koreksi total secara radikal terhadap perilaku yang tidak manusiawi itu. Koreksi Islam menyakut dua hal. Yang pertama, Islam membatasi jumlah istri hanya empat. Yang kedua, ini yang paling radikal, Islam memperbolehkan poligami bagi suami yang menjamin keadilan untuk para istrinya. Perubahan drastis inilah yang diapresiasi sosiolog terkenal asal Amerika, Robert Bellah, yang mengatakan Islam sebagai agama yang sangat modern untuk ukuran masa itu.</p>
<p>Nah, pembatasan poligami yang sangat ketat dalam ajaran Islam seharusnya dibaca sebagai suatu cita-cita luhur dan ideal Islam untuk menghapuskan poligami secara gradual dalam kehidupan masyarakat. Layaknya kasus khamer, minuman memabukkan, larangan khamer tidak diturunkan sekaligus. Demikian pula larangan perbudakan. Tapi, dilarang secara bertahap sehingga terbangun kesiapan masyarakat untuk menerimanya secara mental dan sosial.</p>
<p>Semua pesan moral Alquran menggunakan ungkapan sesuai dengan keadaan masa turunnya, tapi pesan moral Alquran tidaklah dibatasi oleh waktu yang bersifat historis itu. Pesan moral keagamaan di balik ayat-ayat poligami, perbudakan, dan larangan minuman keras adalah menyadarkan manusia akan martabat kemanusiaannya, bahwa manusia makhluk Tuhan yang paling bermartabat. Manusia harus menghormati sesamanya tanpa perbedaan apa pun, jangan menganiaya diri sendiri, apalagi menganiaya orang lain.</p>
<p>Nah, Muhammad Rasulullah di tengah lingkungan tradisi poligami justru memilih monogami. Rasul menikahi Siti Khadijah ketika 25 tahun dan perkawinan Rasul yang monogami dan penuh kebahagiaan ini berlangsung selama 28 tahun: 17 tahun dijalani sebelum kerasulan dan 11 tahun sesudahnya. Kebahagiaan pasangan ini menjadi inspirasi dalam banyak doa pengantin yang dilantunkan pada jutaan prosesi perkawinan umat Islam. Kalau poligami mulia, mengapa Rasul tidak melakukannya sejak awal? Padahal, di mata masyarakat Arab ketika itu, Rasul sangat pantas berpoligami. Semua persyaratan poligami dimilikinya: mampu berbuat adil; keturunan tokoh Quraisy terkemuka; simpatik dan berwajah rupawan; tokoh masyarakat yang disegani; pemimpin agama yang kharismatik; dan terlebih lagi Khadijah tak memberikan anak laki-laki yang hidup sampai dewasa. Namun, Rasul bergeming, tetap pada pilihannya untuk monogami. Ketika Khadijah wafat, Rasul mengalami kesedihan yang luar biasa, sampai-sampai tahun kematian Khadijah diabadikan dalam sejarah Islam sebagai amul azmi, tahun kepedihan.</p>
<p>Tiga tahun berlalu dari wafatnya Khadijah, Rasul dihadapkan pada tanggung jawab besar untuk mengembangkan syiar Islam ke Yastrib dan juga ke luar Jazirah Arab. Kondisi masyarakat yang bersuku-suku di kala itu memaksa Rasul harus menjalin komunikasi yang luas dengan berbagai suku agar mereka dapat mendukung perjuangannya; dan perkawinan menjadi alat komunikasi yang strategis. Demikianlah Rasul kemudian menikahi beberapa perempuan demi terlaksananya syiar Islam. Perempuan pertama yang dinikahi Rasul setelah Khadijah wafat adalah Saudah binti Zam’ah, yang berumur 65 tahun, bahkan ada yang meriwayatkan 72 tahun; sedangkan usia Rasul 54 tahun. Rasul mengawini Saudah demi melindungi janda tua itu dari keterlantaran dan tekanan keluarganya yang masih musyrik. Mungkin juga sebagai balas budi atas jasa suaminya, Sakran ibn Amar, ketika masih hidup, yang menyertai Rasul dalam perjalanan hijrah ke Abessinia.</p>
<p>Setelah itu, Rasul mengawini Aisyah, satu-satunya istrinya yang perawan dan masih muda, bahkan terlalu muda. Pada masa itu, mengawini anak-anak belum dikategorikan sebagai tindakan yang melanggar hak anak. Selanjutnya Rasul mengawini beberapa perempuan lain. Semua perkawinan itu berlangsung di Madinah dan dalam rentang waktu yang sangat pendek, 5 tahun. Rasul wafat tahun 632 Masehi atau tiga tahun setelah perkawinannya yang terakhir. Dan, tidak ada satu pun dari para istrinya yang pernah diceraikan. Rasul juga memperlakukan para istrinya secara adil dan bijaksana. Rasul tidak memilih perempuan muda dan cantik sebagaimana lazimnya dilakukan laki-laki. Tujuan perkawinan Rasul bukan untuk memenuhi hasrat biologisnya, melainkan untuk kepentingan yang lebih mulia, yaitu menjaga umat menuju tegaknya masyarakat Madinah yang didambakan.</p>
<p>Jika umat Islam ingin mengikuti sunah Rasul dalam perkawinan, pilihan bijak tentulah mengikuti perkawinan monogami Rasul yang penuh kebahagiaan dan berlangsung sekitar 28 tahun, bukan perkawinan dengan banyak istri yang hanya berlangsung kurang-lebih 6 tahun. Lagi pula, Rasul sendiri tidak setuju anak perempuannya, Fatimah az-Zahra, dimadu. Rasul marah dan mengecam menantunya yang berniat berpoligami, sebagaimana diungkapkan banyak Hadis sahih, dengan redaksi yang persis sama. Dalam perspektif ilmu Hadis, itu mengindikasikan Hadis tersebut diriwayatkan secara lafzi, yakni sangat terjamin kesahihannya. Hadis tersebut juga bisa mengandung makna, betapa beratnya tanggung jawab suami dalam poligami sehingga hanya manusia setingkat Rasul yang mampu melakukannya secara adil sesuai ketentuan syariah.</p>
<p><em>Ada komentar?</em></p>
</div>
<img src="http://www.aridarmapala.com/?ak_action=api_record_view&id=361&type=feed" alt="" /><p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.aridarmapala.com%2F2011%2F10%2F05%2Fesensi-perkawinan-dalam-islam-adalah-monogami%2F&amp;title=Esensi%20Perkawinan%20dalam%20Islam%20Adalah%20Monogami" id="wpa2a_4"><img src="http://www.aridarmapala.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aridarmapala.com/2011/10/05/esensi-perkawinan-dalam-islam-adalah-monogami/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelajaran Bersyukur</title>
		<link>http://www.aridarmapala.com/2011/09/08/pelajaran-bersyukur/</link>
		<comments>http://www.aridarmapala.com/2011/09/08/pelajaran-bersyukur/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Sep 2011 05:57:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Siraman Jiwa]]></category>
		<category><![CDATA[bersyukur]]></category>
		<category><![CDATA[pelajaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aridarmapala.com/?p=354</guid>
		<description><![CDATA[Pelajaran bersyukur adalah pelajaran pertama yang saya anggap penting dalam setumpuk mata pelajaran di sekolah kehidupan Indonesia. Dalam &#8220;mata pelajaran&#8221; yang satu ini, guru saya yang pertama dan terutama adalah almarhumah ibu saya sendiri. Ia mengajarkan kepada saya agar mendisiplin diri untuk belajar bersyukur dalam segala situasi, baik di kala suka maupun di kala duka. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-355" style="margin: 5px; border: 5px solid grey;" title="kristalairbersyukur" src="http://www.aridarmapala.com/wp-content/uploads/2011/09/kristalairbersyukur-150x150.jpg" alt="Ini gambar kristal air yang bersyukur" width="150" height="150" />Pelajaran bersyukur adalah pelajaran pertama yang saya anggap penting dalam setumpuk mata pelajaran di sekolah kehidupan Indonesia. Dalam &#8220;mata pelajaran&#8221; yang satu ini, guru saya yang pertama dan terutama adalah almarhumah ibu saya sendiri. Ia mengajarkan kepada saya agar mendisiplin diri untuk belajar bersyukur dalam segala situasi, baik di kala suka maupun di kala duka.</p>
<p>Bersyukur di kala suka, yakni saat hidup berjalan sebagaimana saya harapkan, tidaklah sulit. Saya dengan mudah mengucapkan syukur atas segala macam hadiah yang saya peroleh, prestasi yang saya raih, penghargaan yang saya terima, dan berbagai rejeki serta kemudahan dalam kehidupan sehari-hari. Dan setiap kali saya mengingat-ingat kemurahan Tuhan, saya dengan mudah dapat mengucapkan syukur dalam hidup saya.</p>
<p>Namun, bersyukur di kala duka acap kali tidak mudah saya lakukan. Bagaimana saya harus bersyukur ketika hidup berjalan tidak seperti yang saya inginkan? Ketika saya kecewa karena tidak mendapatkan apa yang saya harapkan, atau ketika beban kehidupan terasa berat karena harus menunaikan sejumlah kewajiban dalam keluarga atau dalam pekerjaan, maka mengucap syukur menjadi soal yang tidak mudah. <span id="more-354"></span>Apalagi ketika saya berulang kali harus menerima kenyataan sejumlah usaha yang saya rintis untuk meningkatkan tarap hidup, justru berakhir dengan kegagalan dan kebangkrutan. Bukan hanya tidak memberikan hasil seperti yang saya harapkan, saya terkadang harus menanggung beban hutang yang harus dicicil selama beberapa tahun. Hal-hal semacam itu membuat saya kecewa, frustasi, sedih, dan hampir putus asa. Biasanya pada saat-saat semacam itu, gelombang kekhawatiran mengenai masa depan muncul silih berganti. Masa depan nampak sebagai sesuatu yang menyeramkan, dan semangat hidup turun pada tingkat terendah.</p>
<p>Saya kemudian menyimpulkan bahwa bersyukur di kala suka itu mudah, tetapi bersyukur di kala duka memerlukan latihan dan disiplin. Bersyukur atas berkat yang Tuhan limpahkan itu gampang, tetapi bersyukur atas penderitaan yang Tuhan ijinkan menimpa hidup saya, jelas tidak mudah. Dan karena yang terakhir ini tidak mudah, saya perlu mempelajarinya dengan lebih seksama.</p>
<p>&#8220;Sekurang-kurangnya ada dua pilihan yang bisa kamu ambil ketika hidupmu sedang dilanda kesusahan. Pertama, kamu bisa mengeluh atau bahkan mengutuk hidup sendiri; Kedua, kamu bisa tetap bersyukur karena kamu yakin bahwa tidak ada kesusahan yang di ijinkanTuhan melampaui kekuatan yang telah diberikannya kepada kamu. Bahkan acapkali kesusahan yang di ijinkan Tuhan itu sesungguhnya merupakan sebuah proses persiapan untuk kamu menikmati suka cita yang lebih besar dari yang pernah kamu alami sebelumnya,&#8221; kata Ibu saya. Dan dalam praktik hidup yang nyata, Ibu saya selalu memilih yang kedua. Sepanjang hidupnya saya tidak pernah mendengar Ibu saya berkeluh kesah. Ia selalu bersyukur. Selalu. Ini membuat saya kagum dan menghormati ajarannya.</p>
<p>Bagi Ibu saya, bersyukur adalah soal pilihan pikiran dan hati. Kita bebas menentukan pilihan, namun kita terikat pada dampak yang ditimbulkan oleh setiap pilihan. Entah sadar atau tidak, bagi Ibu saya jelas bahwa mengeluh dan mengutuki kegagalan dan kesusahan hidup tidak pernah membuat hidup menjadi lebih baik. Keluhan bahkan membuat kita makin kehilangan semangat hidup dan terperosok lebih dalam kejurang keputusasaan. Sebaliknya, dengan tetap mengucap syukur kita kemudian ditolong untuk menemukan kembali kegairahan hidup, mendapatkan semacam kekuatan untuk menghadapi kenyataan sepahit apapun. Bersyukur membuat mata pikiran [eye of mind] dan mata batin [eye of spirit] kita terbuka lebih lebar, sehingga dapat melihat berbagai kemurahan tuhan yang nyata-nyata telah [bukan] akan Ia berikan dalam hidup kita. Atas kemurahan Tuhanlah kita masih hidup, masih bisa bernafas, masih bisa makan dan minum, masih memiliki pakaian, tempat tinggal, di beri kesehatan, dan sebagainya. Dengan perkataan lain, bersyukur menolong kita untuk tetap menjaga perspektif hidup secara keseluruhan, tidak terjebak hanya melihat sisi gelap kehidupan kita saat menderita.</p>
<p>Bagaimana caranya agar kita tetap mampu bersyukur dalam segala situasi, terutama ketika situasi kita tidak menyenangkan? Bagi Ibu saya caranya amatlah sederhana. Ia mempraktikkan syair lagu berikut:</p>
<p>Bila hidupmu dilanda topan b&#8217;rat<br />
Engkau putus asa hatimu penat<br />
Berkatmu kau hitung satu persatu<br />
K&#8217;lak kau tercengang melihat jumlahnya<br />
…</p>
<p>Itulah caranya. Dan itulah yang saya coba praktikkan selama berpuluh tahun. Bila kesusahan hidup mendera, saya mengambil selembar kertas dan memaksa pikiran saya untuk menemukan sejumlah hal yang pantas saya syukuri dalam hidup. Saya mendaftarkan sejumlah prestasi dan penghargaan yang pernah saya raih; menambahkan sejumlah hal yang berhasil saya miliki; menuliskan semua tempat rekreasi dan kota-kota yang pernah saya kunjungi; mencatat satu per satu anggota tubuh saya yang sehat; buku-buku yang sempat saya baca; nama-nama orang yang pernah menolong saya atau yang pernah saya tolong; bahkan juga kesusahan-kesusahan yang pernah saya lalui; dan seterusnya. Dan sejauh ini harus saya akui, saya akhirnya sering tercengang melihat jumlahnya. Biasanya saya berhenti ketika daftar syukur saya mencapai angka seratus. Bila saya lanjutkan, maka jumlahnya pasti bisa ditambah sepuluh atau dua puluh kali lipat, atau bahkan lebih. Lalu saya merenung dan bertanya pada diri saya sendiri: tidak cukup banyakkah berkat Tuhan yang telah nyata-nyata saya terima dan saya alami dalam hidup saya? Lalu adilkah saya bila karena sebuah penderitaan saja, semua berkat Tuhan itu saya anggap tidak bernilai? Bukankah pada kenyataannya saya telah menerima begitu banyak berkat yang melampaui apa yang sesungguhnya saya butuhkan untuk hidup?</p>
<p>Lambat laun, setelah latihan bersyukur dalam segala situasi selama puluhan tahun, saya kemudian menyadari ada perbedaan antara orang yang bisa bersyukur dengan orang yang mahir bersyukur. Sama seperti orang yang bisa berenang harus dibedakan dengan mereka yang mahir berenang, orang yang bisa naik sepeda harus dibedakan dengan pembalap sepeda, dan seterusnya. Bisa belum tentu mahir, tetapi mahir pasti bisa.</p>
<p>Orang yang bisa bersyukur adalah mereka yang bersyukur ketika hidupnya berjalan sesuai keinginannya, tetapi mengeluh ketika kesusahan datang. Sementara orang yang mahir bersyukur tetap bisa mengucap syukur bahkan ketika hidup berjalan tidak seperti yang diharapkan. Kesadaran ini membuat saya menetapkan dalam hati saya akan menempa diri agar menjadi orang yang mahir bersyukur, bukan sekadar bisa bersyukur. Bahkan lebih dari itu, saya berharap bisa &#8220;mewariskan&#8221; kecakapan mengucap syukur dalam segala situasi ini kepada anak-anak saya dan kepada setiap orang yang bisa saya sentuh hidupnya dengan berbagai cara, termasuk dengan cara menuliskan artikel sederhana ini.</p>
<p>Tentang kemahiran bersyukur ini saya pernah melakukan sebuah eksperimentasi selama sepuluh bulan dengan melibatkan 500 peserta program pelatihan dari 20-an angkatan/kelas yang saya fasilitasi. Dalam salah satu materi pelatihan, saya meminta semua peserta berlomba mebuat daftar &#8220;25 hal yang saya syukuri dalam hidup&#8221;. Hasilnya menunjukkan bahwa untuk setiap angkatan hanya 1-2 orang saja yang mampu menyelesaikan daftar syukur tersebut dalam waktu 4 menit atau kurang [rekor tercepat adalah 2,5 menit]. Lebih dari 95% peserta memerlukan waktu yang lebih lama. Karena itu secara hipotetis saya menganggap bahwa jumlah yang banyak itu termasuk kategori orang bisa bersyukur, sementara jumlah yang 5 persen itu bisa dikelompokkan sebagai orang yang mahir bersyukur.</p>
<p>Belajar mengucap syukur dalam segala situasi, itulah salah satu pelajaran penting yang saya pelajari di sekolah kehidupan Indonesia. Dan saya sungguh bersyukur bahwa untuk pelajaran yang sepenting itu, Tuhan memberi saya seorang guru terbaik yang pernah saya kenal: Ibu saya sendiri.</p>
<p>Tabik!</p>
<p>Oleh: Andrias Harefa *<br />
*) Andrias Harefa; Mindset Therapist, Penulis 37 Buku Best-seller, Trainer/Speaker Coach Berpengalaman 20 Tahun</p>
<img src="http://www.aridarmapala.com/?ak_action=api_record_view&id=354&type=feed" alt="" /><p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.aridarmapala.com%2F2011%2F09%2F08%2Fpelajaran-bersyukur%2F&amp;title=Pelajaran%20Bersyukur" id="wpa2a_6"><img src="http://www.aridarmapala.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aridarmapala.com/2011/09/08/pelajaran-bersyukur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Lebih Semangat, Lebih Optimis!</title>
		<link>http://www.aridarmapala.com/2011/01/04/lebih-semangat-lebih-optimis/</link>
		<comments>http://www.aridarmapala.com/2011/01/04/lebih-semangat-lebih-optimis/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 04 Jan 2011 02:27:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[iklan tanpa daftar]]></category>
		<category><![CDATA[optimis]]></category>
		<category><![CDATA[resolusi]]></category>
		<category><![CDATA[resolusi tahun baru]]></category>
		<category><![CDATA[semangat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aridarmapala.com/?p=342</guid>
		<description><![CDATA[“Aku terbangun dengan segenap penantian dan harapan untuk melihat hal yang baru.” &#8211; Annie Dillard, penulis KITA baru saja memasuki tahun 2011. Tanpa terasa setahun sudah berlalu. Bahagia, sedih, senang, duka, berhasil, dan gagal, mewarnai kehidupan kita selama tahun 2010. Apapun yang terjadi, sambutlah tahun baru 2011 dengan lebih semangat dan optimis. Tak ada alasan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><blockquote><p>“Aku terbangun dengan segenap penantian dan harapan untuk melihat hal yang baru.”<br />
&#8211; Annie Dillard, penulis</p></blockquote>
<p>KITA baru saja memasuki tahun 2011. Tanpa terasa setahun sudah berlalu. Bahagia, sedih, senang, duka, berhasil, dan gagal, mewarnai kehidupan kita selama tahun 2010. Apapun yang terjadi, sambutlah tahun baru 2011 dengan lebih semangat dan optimis. Tak ada alasan bagi Anda untuk tidak bersemangat. Dan tak ada alasan bagi Anda untuk pesimis. Karena selalu ada harapan terbersit, setiap kali matahari terbit. Segumpal asa dan harapan yang lebih baik telah menanti di depan. Tapi sebelumnya, syukurilah selalu nikmat yang ada serta apresiasi setiap hasil dan jerih payah yang telah dilakukan, walau sekecil apapun. </p>
<p>Dalam menyongsong tahun 2011, pertanyaan yang mengiringi, resolusi apa yang akan dibuat. Tak mudah memang membuat resolusi yang dapat dipenuhi sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Kadang kala, resolusi hanya tinggal resolusi pada pertengahan tahun. Alias gagal total. Resolusi sesungguhnya dapat terlaksana, asalkan tentu saja, lebih realistis.<br />
<strong><br />
Buatlah Resolusi Lebih Realistis dan Sederhana</strong></p>
<p><span id="more-342"></span>Seringkali resolusi gagal terlaksana atau tak bertahan lama karena dibuat tidak realistis. Mungkin cakupannya terlalu luas. Bila tahun lalu masih ada target yang belum berhasil direalisasi, buatlah kembali untuk tahun ini. Pilihlah yang benar-benar realistis dan sederhana. Misalkan saja membayar utang-utang yang masih ada atau berlibur ke suatu tempat.</p>
<p><strong>Tetaplah Konsisten</strong></p>
<p>Setelah resolusi dibuat, tetaplah konsisten dengan apa yang telah direncanakan. Untuk tidak lupa terhadap apa-apa yang akan kita rencanakan, buatlah dalam agenda atau catatan Anda. Utamakan selalu aktifitas yang memerlukan prioritas yang mendukung resolusi dapat terlaksana. Singkirkan aktifitas yang tidak ada kaitannya dengan rencana-rencana yang telah kita tetapkan. </p>
<p><strong>Lakukan Evaluasi</strong></p>
<p>Lakukan selalu evaluasi pada waktu-waktu tertentu atau tanggal yang yang telah ditetapkan. Misalkan pada bulan ketiga minggu terakhir, Anda telah menargetkan sesuatu untuk terlaksana. Lihatlah, apakah sudah sesuai target. Bila belum, evaluasi mengapa hal itu gagal terlaksana. Adakah kesalahan yang telah dibuat. Ataukah ada sesuatu yang terlewatkan. Misalkan saja, pada tanggal tersebut, utang tertentu harus sudah lunas, tetapi kenyataannya belum. Anda dapat mensiasatinya dengan mengurangi pos-pos pengeiuaran yang tidak perlu.</p>
<p><strong>Beritahu Keluarga atau Teman Terdekat</strong></p>
<p>Tak ada salahnya Anda memberitahu resolusi yang Anda buat kepada orang-orang terdekat Anda. Sebaiknya, pilihlah orang-orang yang lebih mengenal Anda dan juga sebaliknya. Ada dua hal yang dapat diperoleh bila Anda memberitahu kepada mereka, keluarga atau teman-teman dekat Anda. Pertama, Anda mendapat dukungan dari mereka untuk dapat mewujudkan resolusi yang Anda buat. Kedua, bila ada hal yang melenceng sedikit saja dari resolusi, mereka akan mengingatkan dan siap membantu Anda. </p>
<p><strong>Fleksibel</strong></p>
<p>Anda jangan terpaku terhadap rencana yang telah Anda buat bahwa semuanya harus sesuai dengan yang telah digariskan. Hal itu bagus-bagus saja. Akan tetapi dalam kenyataannya, setelah waktu berjalan, kesulitan dan hambatan akan datang. Anda harus dapat bersikap fleksibel. Walau hal ini jangan terus dijadikan justifikasi atau pembenaran bila ada rencana yang gagal atau meleset. Misalkan saja Anda mengalami sakit. Siapa yang bisa menduga kalau Anda terserang sakit yang menjadikan rencana-rencana yang telah dibuat menjadi tertunda. </p>
<p>Nah, selamat membuat resolusi. Kehidupan yang lebih baik menanti di depan Anda. Kalaupun akhirnya target Anda meleset, tak perlu kecewa. Buatlah resolusi baru. Resolusi dibuat tentu tidak perlu menunggu tahun baru. Ayo, lebih semangat dan optimis! Selamat Tahun Baru 2011! </p>
<blockquote><p>Oleh Sonny Wibisono, penulis buku &#8216;Message of Monday&#8217;, PT Elex Media Komputindo, 2009 </p>
<img src="http://www.aridarmapala.com/?ak_action=api_record_view&id=342&type=feed" alt="" /><p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.aridarmapala.com%2F2011%2F01%2F04%2Flebih-semangat-lebih-optimis%2F&amp;title=Lebih%20Semangat%2C%20Lebih%20Optimis%21" id="wpa2a_8"><img src="http://www.aridarmapala.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aridarmapala.com/2011/01/04/lebih-semangat-lebih-optimis/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Blog itu harganya 800 Juta Bung !</title>
		<link>http://www.aridarmapala.com/2010/09/28/blog-itu-harganya-800-juta-bung/</link>
		<comments>http://www.aridarmapala.com/2010/09/28/blog-itu-harganya-800-juta-bung/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 28 Sep 2010 05:04:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Online]]></category>
		<category><![CDATA[Blogging]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis internet]]></category>
		<category><![CDATA[blog monetizing]]></category>
		<category><![CDATA[jackbook]]></category>
		<category><![CDATA[jackbook.com]]></category>
		<category><![CDATA[Jacky Supit]]></category>
		<category><![CDATA[jual blog 800 juta]]></category>
		<category><![CDATA[metode bisnis internet]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aridarmapala.com/?p=325</guid>
		<description><![CDATA[Satu lagi kehebatan bisnis internet Sebuah blog dijual dengan harga 800 juta? Siapa yang tidak penasaran. Apalagi informasi yang saya dapat bahwa blog ini adalah blog milik blogger Indonesia. Siapa sih yang mau beli blog semahal itu? Apa juga isinya? Kalau Yaro Starak atau Darren Rowse sih saya sudah tahu. Eh Anda belum tahu? Wah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><img class="alignleft size-full wp-image-326" title="bisnis internet" src="http://www.aridarmapala.com/wp-content/uploads/2010/09/blogprofit.jpg" alt="hebatnya bisnis internet" width="150" height="150" /></p>
<h1>Satu lagi kehebatan bisnis internet</h1>
<p>Sebuah blog dijual dengan harga 800 juta? Siapa yang tidak penasaran. Apalagi informasi yang saya dapat bahwa blog ini adalah blog milik blogger Indonesia. Siapa sih yang mau beli blog semahal itu? Apa juga isinya?</p>
<p>Kalau Yaro Starak atau <a href="http://problogger.net" target="_blank">Darren Rowse</a> sih saya sudah tahu. Eh Anda belum tahu? Wah ternyata tidak terlalu ketinggalan banget saya. Mereka adalah orang yang kerja secara full time sebagai penulis blog atau blogger. Salah satu model<span style="text-decoration: underline;"> bisnis internet</span> yang bisa Anda tekuni.  Menghasilkan ratusan juta rupiah bahkan milyaran rupiah setiap tahunnya hanya dari blog. Menurut kabar yang saya dapat dari sana-sini, Darren Rowse pada tahun 2007,menghasilkan uang $380,000 per tahun atau setara dengan 3.7 milyar ke dalam koceknya. Tidak ada salahnya anda coba jalan-jalan ke blog mereka.</p>
<p><span id="more-325"></span>Informasi ini sebenarnya saya dapat tidak sengaja, saat saya jalan-jalan ke blog-blog untuk refreshing, eh ternyata internet marketer pun perlu juga penyegaran alias refreshing. Terutama saya yang cukup lama sibuk dengan kesibukan lain.  <a title="Mau Berubah Atau Binasa" href="http://www.aridarmapala.com/2010/09/21/mau-berubah-atau-mau-binasa/" target="_blank">Keenakan</a> dengan metode <b>bisnis internet</b> yang sudah saya buktikan sendiri.</p>
<p>Anda sudah tahu soal jual blog ini? Iya, Informasi ini sebenarnya sudah basi, namun ya tidak ada salahnya saya tulis kembali untuk menambah wawasan. Siapa tahu ada yang ketinggalan juga seperti saya. Kasihan ya saya <img src='http://www.aridarmapala.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Langsung saja saya menuju ke TKP,sambil cari informasi sana-sini tentang kebenarannya. Ternyata memang si empunya blog, cukup dikenal dikalangan blogger. (Kalau saya kan bukan blogger, baru belajar nulis aja) Silahkan anda lihat sendiri bagaimana blog bisa dijadikan sumber penghasilan.</p>
<p>Blog ini dibungkus dengan nama domain <a href="http://jackbook.com" target="_blank">Jackbook.com</a>. Pemiliknya adalah seorang blogger profesional.  Jacky Supit namanya. Ya Jelas lah profesional, kalau tidak mana mungkin bisa terjual dengan angka yang cukup fantastis, USD 70.000. Walaupun ada beberapa pebisnis online yang menyatakan bahwa nilai blog ini seharusnya lebih besar lagi dari itu!</p>
<p>Kenapa? Katanya penghasilannya bisa 5 Digit (USD) Per hari. Hal ini bisa dibaca dari unique visitor dari blog tersebut yang lebih dari 100.000 setiap harinya.</p>
<p>Bang Jack ini memulai ngeblog dengan menggunakan blog gratis seperti <a href="http://blogger.com" target="_blank">blogspot</a>. Tanpa keluar biaya sepeser pun kecuali untuk koneksi internet.</p>
<p>Hebat ga tuh. Pasti Pak Tung Desem Waringin akan bilang Dahsyat. Lalu uangnya datang dari mana? Silakan dilihat lagi blognya, hayo coba anda tebak.</p>
<p>Walaupun saya tidak mendapatkan profit sama sekali dari penjualan blog ini (Jelas aja, saya kan ga kenal sama yang punyanya) namun saya ikut senang karena penjualan blog ini sekaligus membuktikan kembali bahwa <i>bisnis internet</i> adalah bisnis real dan pebisnis online dari Indonesia tidak kalah dan mampu bersaing dengan pebisnis online dari negara manapun. Ya internet kan tidak dibatasi oleh negara.</p>
<p>Namun tentu saja hal ini tidak secara mendadak didapat oleh Bang Jack. Blognya bisa memiliki pagerank yang tinggi dan pengunjung yang cukup banyak tentu saja dengan usaha dan kerja cerdas. Ah itu kan hanya satu orang saja, kebetulan. Eit, Banyak lho blogger asal indonesia yang penghasilannya puluhan juta per bulan hanya dari blog. Dan boleh jadi beberapa di antaranya memulainya dengan modal gratisan seperti Bang Jack.</p>
<p>Kalau dilihat sekarang, sepertinya pemilik blog yang baru kurang bisa merawat blognya seperti yang dilakukan oleh Bang Jack. Hal ini bisa dilihat dari jumlah pengunjungnya (traffic) yang jauh berkurang. Sangat disayangkan.</p>
<p>Semoga hal ini bisa membuat kita makin semangat untuk mengolah blog kita menjadi mesin uang. Ya ya&#8230;</p>
<img src="http://www.aridarmapala.com/?ak_action=api_record_view&id=325&type=feed" alt="" /><p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.aridarmapala.com%2F2010%2F09%2F28%2Fblog-itu-harganya-800-juta-bung%2F&amp;title=Blog%20itu%20harganya%20800%20Juta%20Bung%20%21" id="wpa2a_10"><img src="http://www.aridarmapala.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aridarmapala.com/2010/09/28/blog-itu-harganya-800-juta-bung/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>8</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mau Berubah atau Mau Binasa?</title>
		<link>http://www.aridarmapala.com/2010/09/21/mau-berubah-atau-mau-binasa/</link>
		<comments>http://www.aridarmapala.com/2010/09/21/mau-berubah-atau-mau-binasa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 21 Sep 2010 04:10:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Pribadi]]></category>
		<category><![CDATA[berubah atau binasa]]></category>
		<category><![CDATA[change or die]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aridarmapala.com/?p=320</guid>
		<description><![CDATA[There is nothing permanent except change. &#8211; Heraclitus Berubah atau binasa. Kalimat itu bukan baru saya dengar. Sudah cukup sering dan memang saya sangat setuju dengan kalimat itu. Bahasa bulenya Change Or Die. Namun belakangan ini saya merasa kok kalimat itu cocok banget dengan saya. Apalagi saya baru membaca buku dengan judul itu. Ya, memang [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><blockquote><p>There is nothing permanent except change. &#8211; Heraclitus</p></blockquote>
<p><a href="http://www.aridarmapala.com/wp-content/uploads/2010/09/Change-for-the-Better-e1285042115769.jpg"><img class="alignleft size-full wp-image-323" title="Change for the Better" src="http://www.aridarmapala.com/wp-content/uploads/2010/09/Change-for-the-Better-e1285042115769.jpg" alt="" width="150" height="94" /></a>Berubah atau binasa. Kalimat itu bukan baru saya dengar. Sudah cukup sering dan memang saya sangat setuju dengan kalimat itu. Bahasa bulenya <em>Change Or Die</em>.</p>
<p>Namun belakangan ini saya merasa kok kalimat itu cocok <em>banget</em> dengan saya. Apalagi saya baru membaca buku dengan judul itu.</p>
<p>Ya, memang cocok. Bagaimana tidak,  saya agak keenakkan dan malas untuk berubah.  Saya masuk lagi ke dalam comfort zone alias zona nyaman. Hanya saja kali ini zona nyaman saya bukan sebagai karyawan, tetapi sebagai pemasar internet.</p>
<p><span id="more-320"></span>Saya belum pede untuk menyebut diri saya netpreneur karena masih ngerasa jauh banget dibanding dengan nama nama besar di dunia internet terutama di indonesia seperti Anne Ahira atau Cosa Aranda.</p>
<p><em>Back to topic</em>,  jadi setelah berhasil dengan satu metode bisnis online,  saya mulai agak malas untuk cari-cari dan berusaha yang lain.  Saya sudah merasa pas (keenakan sepertinya) sebelum akhirnya saya sadar, atau dipaksa sadar lebih tepatnya bahwa untuk berubah adalah sebuah keharusan. Bahkan metode yang kita gunakan pun harus selalu diupdate atau diperbaharui.</p>
<p>Ada yang bilang, jangan menempatkan telur-telur kita dalam satu keranjang. Jika kita tidak berubah, tentu akan sulit untuk bersaing dengan mereka yang selalu memperbaharui diri.</p>
<p>Google saja, sebuah perusahaan raksasa di dunia internet selalu melakukan perubahan yang tentu saja tujuannya adalah untuk memperbaiki diri. Berusaha memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi penggunanya. Lalu kenapa saya tidak berubah?</p>
<p>Mau tidak mau, saya harus berusaha untuk berubah dan selalu memperbaiki diri agar tidak binasa. Tulisan ini pun bisa dianggap sebagai salah satu usaha saya untuk berubah menuju ke yang lebih baik.  Hal ini bukan cuma di dalam dunia online, tapi dalam semua aspek.</p>
<p>Bagaimana tindakan anda untuk berubah tentu saja bisa berbeda antara masing-masing orang. Itu tergantung bidang dan kepentingannya. Anda bisa mulai dengan melihat kegagalan anda dengan cara yang berbeda. Belajar dan jadikan kegagalan sebagai guru.</p>
<p>Bagi saya langkah yang terpenting untuk berubah adalah keinginan. Pengetahuan, apalagi yang bersifat teknis bisa menyusul.</p>
<p>Tips mengenai hal ini mungkin akan saya tulis dalam tulisan saya berikutnya.</p>
<p>Sudah siapkah Anda berubah?</p>
<img src="http://www.aridarmapala.com/?ak_action=api_record_view&id=320&type=feed" alt="" /><p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.aridarmapala.com%2F2010%2F09%2F21%2Fmau-berubah-atau-mau-binasa%2F&amp;title=Mau%20Berubah%20atau%20Mau%20Binasa%3F" id="wpa2a_12"><img src="http://www.aridarmapala.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aridarmapala.com/2010/09/21/mau-berubah-atau-mau-binasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>12</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Saya mau donk bisa beli rumah tanpa modal&#8230;</title>
		<link>http://www.aridarmapala.com/2010/09/08/saya-mau-donk-bisa-beli-rumah-tanpa-modal/</link>
		<comments>http://www.aridarmapala.com/2010/09/08/saya-mau-donk-bisa-beli-rumah-tanpa-modal/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 Sep 2010 08:44:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Bisnis Online]]></category>
		<category><![CDATA[beli rumah gratis]]></category>
		<category><![CDATA[beli rumah tanpa modal]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis properti]]></category>
		<category><![CDATA[bisnis rumah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aridarmapala.com/?p=314</guid>
		<description><![CDATA[Belum lama ini saya tidak sengaja bertemu  dengan teman saya dijalan. Tanpa saya sangka-sangka  dia tanya begini, &#8220;Gimana caranya berburu rumah tanpa modal? &#8220;  Agak bingung juga saya awalnya. Setelah ngobrol-ngobrol,  ternyata dia kebetulan melihat iklan teknik beli rumah tanpa modal.  Kalau hanya lihat iklan saja sih mungkin tidak terpikir untuk tanya tapi dia juga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p><a href="http://www.aridarmapala.com/wp-content/uploads/2010/09/belirumah.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-315" title="belirumah" src="http://www.aridarmapala.com/wp-content/uploads/2010/09/belirumah-150x150.jpg" alt="" width="150" height="150" /></a>Belum lama ini saya tidak sengaja bertemu  dengan teman saya dijalan. Tanpa saya sangka-sangka  dia tanya begini, &#8220;Gimana caranya berburu rumah tanpa modal? &#8220;  Agak bingung juga saya awalnya. Setelah ngobrol-ngobrol,  ternyata dia kebetulan melihat iklan teknik beli rumah tanpa modal.  Kalau hanya lihat iklan saja sih mungkin tidak terpikir untuk tanya tapi dia juga lihat testimoni saya di dalamnya.</p>
<p>Saya jelaskan bahwa kalau dia memesan panduan beli rumah tanpa modal tersebut, dia akan mendapatkan 2 buah buku dan 1 buah CD. 1 buah buku berisi informasi tentang properti terutama rumah. Cara memilih rumah, melakukan penawaran, perhitungan dan lain-lain. Sedangkan buku yang kedua berisi TO DO List atau daftar tindakan yang harus dilakukan selama 40 hari untuk mulai berburu rumah yang pertama.</p>
<p><span id="more-314"></span>Saya katakan bahwa yang menulis buku itu telah mempraktekkan semua teknik yang diajarkan dan sekarang (pada saat saya menulis ini) telah memiliki 7 buah rumah dan 4 di antaranya menghasilkan pemasukan pasif alias passive income. Semua berdasarkan pengalaman pribadi dan juga pengalaman member-membernya.</p>
<p><!--more-->Kok bisa sih? Memang biasanya jika kita bicara tentang investasi di rumah, pasti yang ada di benak kita adalah investasi rumah itu mahal dan hanya orang yang mempunyai banyak uang saja yang bisa. Setelah membaca buku panduan beli rumah, saya yakin hal itu hanya akan menjadi kenangan.</p>
<p>Anda akan menyesal tidak ada orang yang memberitahukan anda tentang hal ini lebih cepat. Yang paling penting, setelah dapat ilmunya dengan membaca buku ini, anda langsung take action.</p>
<p>Anda akan diajarkan untuk memulai investasi di rumah dengan apapun posisi anda sekarang. Setelah dengar penjelasan saja,Teman saya pun langsung melakukan pemesanan.</p>
<p>Anda siap untuk memulai berburu rumah gratis pertama anda?</p>
<img src="http://www.aridarmapala.com/?ak_action=api_record_view&id=314&type=feed" alt="" /><p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.aridarmapala.com%2F2010%2F09%2F08%2Fsaya-mau-donk-bisa-beli-rumah-tanpa-modal%2F&amp;title=Saya%20mau%20donk%20bisa%20beli%20rumah%20tanpa%20modal%E2%80%A6" id="wpa2a_14"><img src="http://www.aridarmapala.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aridarmapala.com/2010/09/08/saya-mau-donk-bisa-beli-rumah-tanpa-modal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Berkencan dengan Gagasan</title>
		<link>http://www.aridarmapala.com/2010/08/29/berkencan-dengan-gagasan/</link>
		<comments>http://www.aridarmapala.com/2010/08/29/berkencan-dengan-gagasan/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 29 Aug 2010 00:40:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aridarmapala.com/?p=311</guid>
		<description><![CDATA[Kalau aktivitas menulis itu kita ibaratkan makan, maka sebelum makan perlu dipersiapan alat perlengkapannya. Menata meja, piring-sendok-garpu, menempatkan makanan pokok dan lauk pauknya, serta menuangkan minuman adalah bagian dari persiapan itu. Kalau menulis itu ibarat pacaran, maka perlu dilakukan berbagai pendekatan kepada kawan yang ditaksir sebelum pacaran. Membuat janji bertemu, jalan bersama, ngobroll tentang sejumlah [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><p>Kalau aktivitas menulis itu kita ibaratkan makan, maka sebelum makan perlu dipersiapan alat perlengkapannya. Menata meja, piring-sendok-garpu, menempatkan makanan pokok dan lauk pauknya, serta menuangkan minuman adalah bagian dari persiapan itu.</p>
<p>Kalau menulis itu ibarat pacaran, maka perlu dilakukan berbagai pendekatan kepada kawan yang ditaksir sebelum pacaran. Membuat janji bertemu, jalan bersama, ngobroll tentang sejumlah suka dan duka boleh jadi merupakan bagian dari proses menjadi pacar.</p>
<p>Dalam kegiatan menulis, persiapan alias prewriting itu mencakup soal penentuan target pembaca yang dituju (spesifik/umum; rentang usia; status sosial ekonomi; jenis kelamin, jenjang pendidikan, dsb); memilih jenis tulisan yang akan dibuat apakah ringan (artikel, feature, cerpen), semiberat (makalah, modul program, novellet), atau berat (buku, novel, yang memerlukan &#8220;nafas panjang&#8221;); menentukan cara penyajian yang serius, semi-ilmiah, atau ilmiah/akademis.</p>
<p>Buat saya, persiapan menulis ini ibarat berkencan dengan gagasan. Terkadang perlu membuat skenario, mencoret-coret outline, menentukan working title, judul sementara agar penulisan bisa dimulai; mengumpulkan sejumlah referensi yang relevan untuk memperkuat argumentasi atau sekadar mengayakan tulisan; serta menimbang media atau penerbit yang tepat untuk memublikasikannya.</p>
<p><span id="more-311"></span>Menentukan deadline tulisan juga akan sering menolong proses berkencan dengan gagasan menjadi tuntas. Dengan demikian bisa diperkirakan apakah proses persiapan ini bisa dicicil dalam kurun waktu tertentu, atau harus langsung dituntaskan segera.</p>
<p>Setiap habis kencan dengan gagasan, maka saya kemudian bisa mengukur apakah saya sudah cukup siap untuk menulis atau masih harus mengadakan kencan-kencan berikutnya. Artinya, jika kencan-kencan itu berjalan lancar, maka akan tiba saatnya saya harus memproklamasikan, mengumumkan, &#8220;pacar baru&#8221; saya itu.</p>
<p>Mengumumkan &#8220;pacar baru&#8221; itulah yang saya sebut menulis. Ini sudah tahap yang sama sekali berbeda dengan sekadar berkencan. Sebab, ketika &#8220;pacar baru&#8221; itu diumumkan, maka sejumlah konsekuensi melekat sebagai tanggung jawab. Tentu &#8220;pacar baru&#8221; tidak akan senang jika saya mengencani gagasan yang lain juga, bukan? Ia akan meminta saya untuk fokus pada dirinya.</p>
<p>Sudahkah Anda berkencan dengan gagasan hari ini?</p>
<blockquote><p>
Oleh: Andrias Harefa<br />
Mindset Therapist; Penulis 37 Buku Best-Seller; Trainer Coach Berpengalaman 20 Tahun</p></blockquote>
<img src="http://www.aridarmapala.com/?ak_action=api_record_view&id=311&type=feed" alt="" /><p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.aridarmapala.com%2F2010%2F08%2F29%2Fberkencan-dengan-gagasan%2F&amp;title=Berkencan%20dengan%20Gagasan" id="wpa2a_16"><img src="http://www.aridarmapala.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aridarmapala.com/2010/08/29/berkencan-dengan-gagasan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menjadi Orang Sukses dan Berarti</title>
		<link>http://www.aridarmapala.com/2010/08/15/menjadi-orang-sukses-dan-berarti/</link>
		<comments>http://www.aridarmapala.com/2010/08/15/menjadi-orang-sukses-dan-berarti/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Aug 2010 02:10:14 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Andrew Ho]]></category>
		<category><![CDATA[menjadi sukses dan berarti]]></category>
		<category><![CDATA[tips sukses]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aridarmapala.com/?p=300</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Don&#8217;t look to become a person of success, look instead to become a person of Value! – Jangan berkeinginan untuk menjadi orang sukses, berusahalah untuk menjadi orang yang berarti.&#8221; Albert Einstein Setiap tahun sebuah majalah terkenal di dunia merilis daftar orang-orang terkaya dan berpengaruh di dunia. Sering pula digelar acara penghargaan untuk mengapresiasi para pengusaha [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><blockquote><p>&#8220;Don&#8217;t look to become a person of success, look instead to become a person of Value! – Jangan berkeinginan untuk menjadi orang sukses, berusahalah untuk menjadi orang yang berarti.&#8221;<br />
Albert Einstein</p></blockquote>
<p>Setiap tahun sebuah majalah terkenal di dunia merilis daftar orang-orang terkaya dan berpengaruh di dunia. Sering pula digelar acara penghargaan untuk mengapresiasi para pengusaha dan CEO sukses dan ternama. Tentu sangat membanggakan jika Anda mendapatkan penghargaan bergengsi kelas dunia, dihormati, dan bergelimang kemewahan harta, sebab hal-hal semacam itu menjadi dambaan sebagian besar manusia di dunia.</p>
<p>Tak heran jika banyak orang berlomba mencari jabatan, mengumpulkan kekayaan dan meraih kesuksesan besar. Mereka juga mengejar standar gaya hidup orang-orang berkelas, misalnya menunggangi mobil mewah, menggunakan perhiasan dan pakaian super mahal, dan gaya hidup serba wah lainnya. Sebenarnya tak ada yang salah jika ingin menjadi kaya, sukses dan bahagia, sejauh usaha yang dilakukan tidak melanggar hukum, moral spiritual, dan norma-norma lainnya.</p>
<p><span id="more-300"></span>Namun ironis jika tujuan menjadi berpengaruh, terkenal, kaya, dan hidup serba mewah itu menjadikan seseorang menghalalkan segala cara termasuk menggunakan cara-cara negatif. Akhir-akhir ini saya sedih menyaksikan berita di televisi yang menayangkan begitu banyak orang memilih cara instan untuk cepat kaya dan terkenal, dan memiliki jabatan tinggi. Memang benar uang mereka bertumpuk konon kabarnya sampai dimakan rayap, memiliki jabatan tinggi, tetapi mereka lebih terkenal sekarang ketika terseret kasus korupsi, suap, penggelapan pajak, praktek bisnis ilegal, dan lain sebagainya.</p>
<p>Nasib mereka kini sungguh menyedihkan dan terhina. Sebab mereka mengabaikan nilai-nilai spiritual, moralitas, dan kemanusiaan yang seharusnya dijunjung tinggi dalam proses pencapaian kesuksesan. Patut menjadi pelajaran bagi kita semua untuk berpikir bahwa menjadi kaya raya, terkenal dan sukses belumlah cukup, dan berusaha menjadi manusia yang sukses dan berarti itu lebih penting.</p>
<p>&#8220;The major value in life is not what you get. The major value in life is what you become. – Nilai utama dalam hidup itu bukan apa yang Anda dapatkan melainkan seberapa baik (karakter) Anda,&#8221; kata Jim Rohn, motivator USA ternama.</p>
<p>Menjadi orang sukses dan berarti memberi kita banyak sekali manfaat. Beberapa diantaranya adalah memudahkan kita menciptakan tujuan hidup, fokus pada pekerjaan, pintar membuat keputusan penting, memahami prioritas hidup sehingga langkah-langkah yang ditempuh menjadi lebih terarah. Beberapa tips berikut akan membantu Anda segera menyongsong sukses sekaligus menjadi manusia yang lebih berarti.</p>
<p><strong>Pertama adalah memiliki visi yang mulia</strong>, yaitu berpikir lebih jauh dan mempertimbangkan segala hal untuk senantiasa menciptakan kebaikan bagi semua orang. Visi tersebut akan mendorong Anda bekerja penuh komitmen dan dedikasi untuk meraih keberhasilan, bukan hanya menunggu belas kasihan orang lain dan menghindari diri berbuat curang. Memiliki visi mulia merupakan langkah penting untuk meraih sukses dan berarti bagi orang lain.</p>
<p><strong>Kedua adalah memiliki integritas</strong>, yaitu kejujuran dalam setiap tindak tanduk dan perbuatan. Kejujuran pasti memberi kemudahan, sebab kejujuran pasti menang dalam persaingan memperebutkan kepercayaan orang lain. Nilai kejujuran sudah pasti menuntun Anda pada kemajuan dan meraih kesuksesan yang lebih berharga.</p>
<p><strong>Ketiga adalah menyukai pekerjaan yang Anda lakukan, </strong>mencintai keluarga dan sesama di sekitar Anda. Kecintaan pada keluarga dan pekerjaan serta sesama akan membuat pikiran lebih positif dan berfungsi lebih baik, karena tidak ada kebencian pada siapapun. Bila kinerja Anda lebih baik, Anda tentu lebih mudah menciptakan kemajuan dan mencapai kesuksesan yang Anda dambakan.</p>
<p><strong>Keempat adalah berempati kepada orang lain</strong>, yaitu usaha meringankan beban orang lain tanpa pamrih dan tanpa pandang bulu. Berempati pada orang lain dapat berbentuk materi, dukungan motivasi, pikiran atau tenaga. Empati dapat menjadi semangat dalam berusaha meraih kesuksesan, sekaligus menjadikan kesuksesan Anda lebih berarti bagi orang lain.</p>
<p><strong>Kelima adalah meningkatkan kekuatan iman dan rasa syukur atas segala karunia-Nya</strong>. Keduanya akan mencegah Anda dari perbuatan negatif atau upaya tercela hanya untuk mencapai target tertentu. Dengan iman dan syukur, kesuksesan sekecil apapun akan memberi nilai yang besar.</p>
<p><strong>Keenam adalah mengasah bakat dan kemampuan yang dapat menunjang pekerjaan</strong>, serta terus belajar dari berbagai hal termasuk dari kesalahan terdahulu. Membuka diri dengan terus belajar akan membantu Anda terhindar dari kesulitan dan habis waktu sia-sia. Langkah ini akan membantu Anda menemukan berbagai alternatif untuk membangkitkan bisnis atau menyelesaikan pekerjaan dengan hasil terbaik.</p>
<p><strong>Ketujuh adalah semangat dalam mengerjakan setiap tanggung jawab</strong>. Semangat yang Anda tunjukkan akan mengalirkan energi positif kepada orang lain. Antusiame kerja Anda akan memberikan nilai yang luar biasa terhadap apapun yang Anda lakukan.</p>
<p>Setelah memahami tips di atas, tidak begitu sulit bukan menjadi orang yang sukses dan berarti? Yang jelas menjadi orang sukses itu membanggakan, dan akan lebih membahagiakan jika kita juga dapat memberikan kontribusi terhadap orang lain. Dengan keteguhan, kesungguhan dari dalam diri Anda, dan cara yang positif semua hal yang Anda upayakan untuk meraih sukses dan menjadi manusia berarti pasti akan terwujud.</p>
<p>* Ditulis oleh Andrew Ho,  adalah seorang pengusaha, motivator, dan penulis buku-buku best-seller.</p>
<img src="http://www.aridarmapala.com/?ak_action=api_record_view&id=300&type=feed" alt="" /><p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.aridarmapala.com%2F2010%2F08%2F15%2Fmenjadi-orang-sukses-dan-berarti%2F&amp;title=Menjadi%20Orang%20Sukses%20dan%20Berarti" id="wpa2a_18"><img src="http://www.aridarmapala.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aridarmapala.com/2010/08/15/menjadi-orang-sukses-dan-berarti/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>4 Langkah Inspiratif untuk Berpikir Kreatif</title>
		<link>http://www.aridarmapala.com/2010/08/04/4-langkah-inspiratif-untuk-berpikir-kreatif/</link>
		<comments>http://www.aridarmapala.com/2010/08/04/4-langkah-inspiratif-untuk-berpikir-kreatif/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 04 Aug 2010 12:46:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Ari</dc:creator>
				<category><![CDATA[Pengembangan Diri]]></category>
		<category><![CDATA[Anthony Dio Martin]]></category>
		<category><![CDATA[berpikir kreatif]]></category>
		<category><![CDATA[pengembangan diri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.aridarmapala.com/?p=295</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Change your thoughts, and you change your world&#8221; – Norman Vincent Peale Dalam kondisi seperti saat ini, dimana dunia sedang mengalami resesi global. Ada satu hal penting yang seharusnya dapat kita lakukan untuk dapat bertahan maupun keluar dari keadaan krisis seperti ini yakni berpikirlah lebih KREATIF. Celakanya, banyak orang yang kemudian menolaknya dengan berkata &#8220;Pak, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p></p><blockquote><p>&#8220;Change your thoughts, and you change your world&#8221; – Norman Vincent Peale</p></blockquote>
<p>Dalam kondisi seperti saat ini, dimana dunia sedang mengalami resesi global. Ada satu hal penting yang seharusnya dapat kita lakukan untuk dapat bertahan maupun keluar dari keadaan krisis seperti ini yakni berpikirlah lebih KREATIF. Celakanya, banyak orang yang kemudian menolaknya dengan berkata &#8220;Pak, saya khan orangnya tidak kreatif!&#8221;. Atau, pernah pula seorang pengusaha sepatu yang diekspor, berkeluh kesah panjang soal bisnisnya yang turun baru-baru ini &#8220;Pak, sudah upaya segala macam cara. Rasa – rasanya pikiran saya sudah deadlock, saya tidak punya ide lagi! Kita udah terlalu lama main di bisnis ini!&#8221;</p>
<p>Kita lihat, begitu banyaknya respon negatif yang lebih mudah terlontarnya dibandingkan respon yang positif dan membangun. Sebenarnya kuncinya adalah bukanlah masalah bisa atau tidak bisa, tetapi apakah kita MAU untuk berpikir lebih kreatif dalam situasi sekarang. Dalam artikel berikut ini, saya akan membagikan kepada pembaca sekalian apa yang menjadi tips yang tentunya sudah saya aplikasikan untuk menjadi pribadi yang lebih kreatif dalam berbisnis.</p>
<p>Intinya, ada 4 langkah inspiratif yang bisa membuat Anda lebih kreatif berbisnis. Mari siapkan pikiran Anda, terima dan aplikasikan semaksimal mungkin, percayalah dengan proses berjalannya waktu, Anda bisa membangun otot-otot kreatif Anda! Inilah langkah – langkahnya…<br />
Pertama, Sedikanlah waktu untuk berpikir!</p>
<p><strong>Inilah langkah pertama untuk menjadikan diri lebih kreatif!</strong></p>
<p><span id="more-295"></span>Konon, Thomas Alva Edison yang begitu terkenal dengan berbagai paten temuannya, sering meluangkan waktu untuk merenung dan berpikir. Begitu pula, guru leadership terkenal, John Maxwell yang menulis puluhan buku, selalu memberi waktu luang berpikir sehingga tetap punya ide-ide yang `fresh&#8217;. Bagaimana dengan Anda? Begitu banyak orang yang saya temukan dan berbincang – bincang dengan saya yang selalu mengatakan begitu sibuknya dia sehingga sampai – sampai tidak memiliki waktu sedikit pun untuk berpikir.</p>
<p>Janganlah anggap bahwa waktu untuk jeda berpikir ini adalah waktu yang tidak produktif. Hal ini berbeda dengan malas. Proses jeda ini seringkali menjadi tahapan inkubasi untuk mendapatkan ide cemerlang. Bahkan, beberapa ide ilmiah Albert Einstein diperoleh saat ia bermain biola dan bercukur. Jadi, untuk menjadi seorang yang dapat berpikir secara kreatif, mulailah dengan kemauan meluangkan waktu jeda di antara sela-sela pekerjaan Anda. Bisa dimulai dengan 5 menit, 10 menit, 30 menit. Lama – kelamaan jika Anda mulai terbiasa, pastilah Anda akan menikmati proses berpikir ini. Mungkin pada awalnya akan terasa berat dan membosankan, tetapi ingat kembali tujuan Anda kalau mau menjadi lebih kreatif maka harus meluangkan waktu Anda, tidak bisa tidak! Percayalah, dengan meluangkan waktu semacam ini, berbagai ide yang tidak terpikirkan, cara yang tidak terbayangkan, bisa tiba-tiba muncul untuk mengatasi masalah yang ada.</p>
<p><strong>Kedua, temukan tempat untuk berpikir kreatif!</strong></p>
<p>Diketahui, Walt Disney yang terkenal dengan Disneyland-nya mempunayi 3 kursi yang sudah dibiasakan menjadi tempat latihan berpikir kreatifnya. Begitupun, dalam langkah kedua ini Anda bisa berusaha temukan tempat yang bisa dipakai untuk berpikir kreatif. Ini kembali lagi kepada kesukaan maupun karakter Anda. Mungkin saja Anda lebih suka berpikir sendiri di ruang pribadi yang tenang, atau mungkin sambil mendengarkan musik, atau perlu pergi ke suatu tempat misalnya pergi ke gunung, pantai untuk dapat berpikir secara kreatif, atau mungkin juga dengan pergi rekreasi maupun jalan – jalan ke pusat perbelanjaan untuk menjadikan Anda lebih kreatif.</p>
<p>Intinya adalah pertama – tama dimulai dengan menyediakan terlebih dahulu waktunya, kemudian carilah tempat dimana bisa membuat Anda secara bebas berpikir secara kreatif. Begitu banyak tempat yang bisa menjadikan Anda penuh dengan ide – ide. Atau jika Anda diberkati dengan memiliki uang lebih, Anda dapat pula pergi ke luar kota ataupun ke luar negri untuk mendapatkan ide – ide sehingga menjadi lebih kreatif. Dengan Anda merenung, memperhatikan apa yang dilakukan orang lain, mengamati suatu peristiwa, pastilah Anda akan menjadi lebih kreatif. Bahkan sekarang dengan kemajuan teknologi informasi, ide – ide untuk berpikir secara kretif pun dapat ditemukan melalui Internet.</p>
<p><strong>Ketiga, Paksakan diri untuk berpikir!</strong></p>
<p>Dua langkah di atas saja sebenarnya sudah dapat menjadikan Anda kreatif! Tetapi selalu ada satu kata yang membuat kita belum menjadi kreatif, yaitu M-A-L-A-S. Ayo, paksakan diri Anda keluar dari rasa malas! Paksa diri Anda untuk menyediakan waktu dan tempat untuk berpikir. Awalnya mungkin terasa berat, tetapi terus dan teruslah mencoba dan berusaha. Biasakan terus diri Anda dengan memaksakan sehingga dalam diri Anda tercipta suatu pola untuk disiplin berpikir kreatif!</p>
<p>Saya pun jadi teringat oleh salah satu pembicara dunia yang mengarang buku 7 Habits, Stephen R. Covey yang pernah mengatakan, &#8220;We are limited but we can push back the borders of our limitations&#8221;. Betul sekali kalau kita adalah orang yang terbatas, tetapi jika kita memaksakan diri kita, maka kita akan bisa keluar dari batasan – batasan yang ada.</p>
<p>Keempat, Mintalah bantuan orang lain yang lebih kreatif untuk membantu!</p>
<p>Langkah terakhir, jika Anda tetap saja masih belum bisa berpikir kreatif, gunakanlah kemampuan Social Intelligence Anda. Mintalah bantuan kepada orang – orang, rekan, sahabat yang Anda nilai lebih kreatif, sehingga Anda akan mendapatkan ide – ide segar dan menarik darinya!</p>
<p>Intinya adalah setiap orang Tuhan ciptakan dengan penuh kreatifitas! Pertanyaannya apakah kita mau untuk menyediakan waktu untuk berpikir – menyediakan tempat untuk berpikir – memaksakan diri untuk berpikir – serta meminta bantuan kepada orang lain yang lebih kreatif untuk membantu. Mulailah dahulu dari diri Anda sendiri! Mulai hari ini jadikanlah diri Anda menjadi pribadi yang penuh dengan kreatifitas, sehingga dari Anda akan muncul banyak ide – ide yang akan berguna baik untuk pekerjaan, usaha, bisnis, keluarga, persahabatan bahkan berguna untuk membantu bangsa Indonesia ini bebas dari krisis! Selamat berpikir kreatif dan menjadi pemikir kreatif!</p>
<blockquote><p>Oleh: Anthony Dio Martin</p></blockquote>
<img src="http://www.aridarmapala.com/?ak_action=api_record_view&id=295&type=feed" alt="" /><p><a class="a2a_dd a2a_target addtoany_share_save" href="http://www.addtoany.com/share_save#url=http%3A%2F%2Fwww.aridarmapala.com%2F2010%2F08%2F04%2F4-langkah-inspiratif-untuk-berpikir-kreatif%2F&amp;title=4%20Langkah%20Inspiratif%20untuk%20Berpikir%20Kreatif" id="wpa2a_20"><img src="http://www.aridarmapala.com/wp-content/plugins/add-to-any/share_save_256_24.png" width="256" height="24" alt="Share"/></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.aridarmapala.com/2010/08/04/4-langkah-inspiratif-untuk-berpikir-kreatif/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

